Penjelasan Lengkap SKT Badan (Surat Keterangan Terdaftar Pajak)
  • 021-7511922
  • +6285694922440
  • sales@izinin.id
#Pajak
#SKT
#Tips
#Info

Penjelasan Lengkap SKT Badan (Surat Keterangan Terdaftar Pajak)

  • 13 Apr 2024

SKT adalah singkatan Surat Keterangan Terdaftar untuk Wajib Pajak Badan yang baru mendaftarkan badan usahanya untuk mendapatkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Penerbitan surat ini dilakukan KPP sebagai pemberitahuan bahwa Wajib Pajak sudah terdaftar dalam administrasi Direktorat Jenderal Pajak.


Pengertian Surat Keterangan Terdaftar (SKT)

Setiap warga yang berada di suatu negara, sebenarnya wajib mendaftarkan dirinya sebagai Wajib Pajak agar memudahkan administrasi pajak. Bagi Badan Usaha, wajib memiliki SKT atau Surat Keterangan Terdaftar.

ilustrasi skt badan

Dengan kata lain, SKT adalah surat keterangan untuk Wajib Pajak yang belum pernah memperoleh NPWP. Tidak hanya berupa Badan Usaha saja yang harus memiliki surat ini, namun juga perseorangan sekalipun.

Melalui Peraturan Dirjen Pajak No PER 04/PJ/2020, SKT secara resmi dikeluarkan KPP atau KP2P. SKT adalah pemberitahuan pada wajib pajak yang sudah terdaftar pada Dirjen Pajak secara administratif. Jadi, ketiak Anda mengajukan pembuatan NPWP, secara otomatis sudah terdaftar sebagai wajib pajak dan bisa memperoleh SKT.


Fungsi Surat Keterangan Terdaftar Pajak

Kepemilikan SKT juga memiliki fungsi yang cukup beragam dan tidak boleh Anda abaikan. Terutama bagi Anda yang memiliki usaha tertentu. Penasaran apa saja fungsinya? Kalau begitu langsung saja simak penjelasan berikut ini.

  1. Bukti Wajib Pajak

    SKT menjadi bukti wajib pajak sudah terdaftar dalam administrasi Dirjen Pajak. Sehingga Anda bisa menunjukkan kalau sudah memenuhi kewajiban warga negara dalam hal pajak sesuai ketentuan berlaku.

  2. Syarat Membuat Perizinan PB UMKU

    PB UMKU (Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha). Salah satu syarat pembuatan surat izin tersebut adalah SKT. Sebab perusahaan yang akan mengurus perizinan PB UMKU dibutuhkan SKT pajak sebagai tanda bahwa perusahaan tersebut telah terdaftar sebagai wajib pajak yang memiliki komitmen untuk membayar pajak.

  3. Kredibilitas Perusahaan

    Salah satu fungsi SKT adalah untuk menunjukkan kredibilitas dan kualitas perusahaan. Sebab, SKT mampu menunjukkan kalau Badan Usaha sudah terdaftar sebagai wajib pajak dalam Dirjen Pajak sehingga lebih terpercaya.

  4. Memudahkan Pengurusan Administrasi

    SKT juga berfungsi sebagai dokumen untuk memudahkan kepengurusan administrasi, memudahkan dalam membuka rekening, dan meringankan tarif pajak. Dalam hal ini, wajib pajak bisa mengurus bermacam-macam keperluan administrasi secara lebih mudah. Misalnya mengurus izin usaha, surat-surat penting, dan lain sebagainya.

  5. Tarif Pajak Lebih Ringan

    Jika Anda sudah memiliki SKT, maka pembayaran pajak menjadi lebih ringan. Misalnya tarif pajak penghasilan sebesar 0,5 persen untuk UMKM, sementara untuk pekerja konstruksi sebesar 2 persen.

  6. Pembukaan Rekening

    Kepemilikan SKT juga memudahkan Anda ketika ingin melakukan pembukaan rekening di lembaga keuangan atau perbankan. Sebab, SKT menjadi dokumen yang dibutuhkan dalam pembuatan rekening untuk perusahaan.


Cara Mendapatkan SKT

Pada dasarnya, SKT adalah surat yang dikeluarkan bersama dengan NPWP. Sehingga cara mendapatkannya pun sebenarnya tidak jauh berbeda ketika Anda membuat NPWP. Prosesnya pun termasuk cepat, terlebih saat ini sudah ada sistem layanan online untuk menerbitkan SKT.

Nah, bagi Anda yang belum memahami, yuk simak berikut ini cara mendapatkan SKT yang harus Anda lakukan.

  • Membuat akun di laman resmi Dirjen Pajak, https://ereg.pajak.go.id/login

  • Isilah formulir pendaftaran terlebih dahulu dengan teliti

  • Lampirkan dokumen persyaratan, misalnya scan fotocopy KTP, Surat Keterangan Usaha bagi Badan Usaha, fotocopy kartu izin tinggal untuk WNA

  • Unggah formulir pendaftaran yang sudah Anda isi dengan benar. Jangan lupa dokumen yang menjadi persyaratan pendaftaran melalui akun tersebut

  • Tunggu beberapa saat ketika konfirmasi, nantinya KPP menerbitkan surat bukti penerimaan pendaftaran

  • Pengiriman SKT dan NPWP akan dilakukan menggunakan pos langsung ke alamat yang ada pada formulir pendaftaran

Bagaimana? Sangat mudah bukan proses pembuatan SKT pajak ini yang hanya memakan waktu satu hari saja. Selain SKT dan NPWP, Anda akan mendapatkan EFIN (Electronic Filing Identification Number). Dokumen ini nantinya harus Anda simpan baik-baik.

Sebab, saat pelaporan pajak tiap tahun, dokumen tersebut akan sangat dibutuhkan. Sehingga bagi Anda yang belum memilikinya, segera mendaftarkan diri Anda, baik secara online atau offline.


Contoh SKT Pajak

Dokumen penting ini harus dimiliki oleh setiap warga negara. Bentuk dari SKT sendiri bukanlah kartu seperti NPWP, melainkan dokumen. Dalam dokumen tersebut terdapat berbagai data yang harus Anda isikan secara lengkap. Penasaran apa saja isinya? Langsung saja simak penjelasan singkatnya di bawah ini.

  1. Nama Wajib Pajak

    Kolom nama ini wajib Anda isikan dengan lengkap sesuai dengan yang tertera dalam KTP. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap segera melaporkan ke KKP agar segera diganti.

  2. NPWP dan NIK

    Apabila permohonan SKT secara online sudah disetujui, selanjutnya Anda memperoleh SKT dan NPWP. Kolom kedua ini harus diisikan sesuai nomor NPWP yang tertera dalam kartu. sementara kolom NIK hanya untuk wajib pajak yang sifatnya perseorangan.

  3. Klasifikasi Lapangan Usaha

    Isilah kolom ini sesuai dengan jenis pekerjaan Anda, misalnya karyawan atau memiliki bisnis sendiri. Jika jenis pekerjaan Anda lebih dari satu, isilah saja pekerjaan utama Anda.

  4. Alamat Wajib Pajak

    Alamat ini juga harus Anda isikan sesuai data yang tertera dalam KTP. Apabila Anda pindah alamat, sebaiknya langsung melaporkan pada KPP terdekat agar segera dilakukan penggantian. Bagi wajib pajak berupa Badan Usaha, isilah menggunakan alamat lokasi usaha berdiri.

  5. Kategori Wajib Pajak

    Kategori sebagai wajib pajak cukup beragam. Misalnya pada Badan Usaha terdiri atas JO, Bend, KPDA, dan sebagainya. Sementara untuk perseorangan, seperti HB, PH, dan lain-lain.

  6. Tanggal Mulai Daftar

    Kolom ini akan disesuaikan dengan kondisi dari wajib pajak saat pertama kali terdaftar dalam Dirjen Pajak. Pengisian bagian kolom ini juga berlaku bagi wajib bajak perseorangan ataupun Badan.

  7. Kewajiban Pajak

    Dalam kolom ini terdapat tiga jenis kewajiban pajak, diantaranya PPN, PPh, serta Pemotongan dan Pemungutan PPN.

  8. Tempat Tanggal Penerbitan SKT

    Kolom ini diisikan sesuai dengan tempat dan tanggal ketika dikeluarkannya SKT, dan wajib diberikan pada wajib pajak.

  9. Tanda Tangan KP2KP

    Dokumen resmi ini menunjukkan kalau perseorangan atau Badan sudah resmi terdaftar menjadi wajib pajak. SKT akan dianggap sah apabila sudah dibubuhi tanda tangan Kepala KP2KP, lengkap dengan nama terang.


Bagaimana Jika SKT Hilang?

SKT merupakan dokumen penting yang semestinya tidak boleh sampai hilang. Biasanya seseorang kebanyakan memperoleh dokumen SKT berbentuk print out yang langsung dikirimkan KPP menggunakan pos.

Nah, kalau terlanjur hilang, Anda bisa mengajukan permintaan untuk pengiriman ulang pada dokumen yang hilang atau rusak. Caranya dengan mendatangi KPP atau KP2KP sesuai wilayah pada alamat usaha. Pengajuan bisa Anda lakukan secara online ataupun langsung.

Karena SKT adalah dokumen yang penting, sebaiknya Anda menyimpannya dengan teliti. Namun Anda juga bisa meminta dokumen digital saja untuk meminimalisir kehilangan atau kerusakan dokumen. Demikianlah informasi seputar pengertian SKT dan fungsinya.

logo izinin.id
izinin.id

izinin.id merupakan layanan pengurusan legalitas usaha yang sudah berpengalaman dalam berbagai perizinan usaha dengan biaya terjangkau dan proses yang cepat.